Kedatangan Ruh Setelah Keluar Dari Jasad Ke Rumah
& Kuburnya/Kitab-Daqoiqul Akhbar
14 Oktober
2010 pukul 9:38
Nabi Saw.
bersabda: Ketika ruh keluar dari tubuh anak cucu Adam dan telah lewat 3 hari,
ruh berkata: "Wahai Tuhanku, Ijinkanlah aku berjalan-jalan dan melihat
jasad tempatku berada." Allah pun mengijinkannya, maka ruh pergi
mendatangi kuburannya dan memandanginya dari kejauhan, dan sungguh mengalir
darah dari hidung dan mulutnya, maka menangislah ruh dengan tangisan yang
berkepanjangan dan berkata: "Wahai jasadku yang miskin, hai kekasihku,
apakah engkau ingat hari-hari kehidupanmu (didunia), ini adalah rumah tempatnya
kesunyian, bala', kepayahan, kesusahan dan penyesalan."
Setelah
lewat 5 hari dari kematiannya dia berkata lagi: "Wahai Tuhanku,...
Setelah
lewat 5 hari dari kematiannya dia berkata lagi: "Wahai Tuhanku, ijinkanlah
aku untuk melihat jasadku." Maka Allah pun mengijinkannya, ruh lalu pergi
mendatangi kuburnya dan melihat dari kejauhan, dia melihat dari lubang hidung
dan mulutnya mengalir air nanah, maka menangislah dia dan berkata: "Hai
jasadku yang miskin, apakah engkau ingat hari-hari kehidupanmu ?, ini adalah
tempatnya prihatin, kesusahan cobaan, ulat dan kalajengking. Sungguh ulat-ulat
itu akan memakan dagingmu, merobek-robek kulit dan anggota tubuhmu."
Setelah
lewat 7 hari, ruh berkata lagi: "Wahai Tuhanku, ijinkanlah aku untuk
melihat jasadku." Maka Allah pun mengijinkannya, ruh lalu mendatangi
kuburnya dan melihat dari kejauhan, dan ternyata jasadnya telah dipenuhi dengan
ulat, maka ruh pun menangis dengan keras dan berkata: "Hai jasadku, apakah
engkau ingat hari-hari kehidupanmu, dimana anak-anakmu, dimana kerabatmu,
dimana istrimu, dimana saudara-saudaramu, dimana teman-teman dan
tetangga-tetanggamu yang merelakan bertetangga denganmu, hari ini mereka
menangisi kamu dan menangisi aku."
Diriwayatkan
dari Abu Hurairah ra.: Ketika seorang mukmin meninggal dunia, ruhnya berputar
mengelilingi rumahnya selama 1 bulan, dia melihat harta yang ditinggalkannya,
bagaimana pembagian dan pembayaran hutang-hutangnya. Setelah genap 1 bulan dia
kembali pada kuburnya dan berputar-putar selama 1 tahun, maka dilihatnya
orang-orang yang mendoakannya dan orang-orang yang bersusah hati atas
kepergiannya. Setelah genap satu tahun ruhnya diangkat dan dikumpulkan dengan
ruh-ruh yang lain sampai hari kiamat, yaitu hari ditiupnya sangkalala.
Dikalatan
bahwa maknanya ruh adalah anak cucu Adam, ada yang mengatakan bahwa ruh adalah
malaikat Jibril, dan ada yang mengatakan bahwa ruh adalah ruh Nabi Muhammad
Saw. yang berada dibawah Arasy dan memohon ijin kepada Allah pada malam
Lailatul Qadar untuk turun memberi salam keraf kaum mukmin laki-laki dan
perempuan.
Ada juga
yang mengatakan bahwa ruh adalah para kerabat orang-orang yang mati dan berkata:
"Ya Tuhan kami, ijinkanlah kami turun kerumah-rumah kami sehingga kami
bisa melihat anak-anak kami dan keluarga kami." Maka turunlah ruh pada
malam Lailatul Qadar sebagaimana kata Ibnu Abbas ra.: Ketika datang hari raya
(Idul Fitri dan Idul Qurban), hari Asyura (10 Muharram), hari Jumat yang
pertama pada bulan Rajab, malam Nishfu Sya'ban, malam Lailatul Qadar dan malam
Jumat ruh-ruh orang mati keluar dari kuburnya dan berhenti didepan pintu
rumah-rumah mereka dan mereka berkata kepada kerabat-kerabatnya: "Berbelas
kasihanlah kalian pada malam yang penuh barokah ini dengan sedekah dan sesuap
makanan (pada orang-orang yang mematuhkan), maka sesungguhnya kami sangat
membutuhkannya, jika kamu bakhil dan tidak mampu bersedekah, maka ingatlah kami
dengan membaca surat Al Fatihah pada malam yang barokah ini. Apakah ada
seseorang yang mengasihi kami, apakah ada orang yang ingat pengembaraan kami.
Wahai orang-orang yang mendiami rumah, wahai orang-orang yang menikahi
perempuan (istri) kami, wahai orang yang menempati gedung kami yang luas dan
sekarang kami dalam kubur yang sempit, wahai orang yang membagi harta kami,
wahai orang-orang yang mensia-siakan anak yatim kami, apakah salah seorang dari
kalian tidak ingat akan pengembaraan kami, shahifah (buku catatan) kami yang
telah ditutup dan buku-buku kalian yang masih terbuka, dan tidak ada bagi mayit
secarik kainpun dalam liang lahad, maka janganlah kalian lupa secuil dari roti
kalian dan doa kalian, sesungguhnya kami membutuhkan kalian selamanya."
Jika si
mayit menemukan Shadaqoh dan doa dari mereka, maka kembalilah dia dengang rasa
senang dan gembira dan jika tidak mendapatkannya, maka kembalilah dia dengan
kesusahan dan rasa kecewa dan dia merasa telah dilupakan.